Budidaya Burung Puyuh

By Categories : Peluang Usaha

Burung puyuh mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan manusia antara lain telur dan daging burung puyuh mempunyai kandungan nilai gizi, protein dan lemak yang bagus untuk masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Burung puyuh termasuk jenis burung relatif kecil yang berkaki pendek dan tidak bisa terbang tinggi. Habitat asli burung puyuh di hutan, karena termasuk bangsa burung liar. Mengingat burung puyuh mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia, sehingga dari kalangan masyarakat mulai membudidayakan burung puyuh. Dari tangan peternak/budidaya burung puyuh dapat menghasilkan pundi-pundi uang dengan omset yang tinggi dari hasil telur burung puyuh dan daging yang dijualnya. Kotoran burung puyuh dapat digunakan sebagai pupuk organik. Bulu-bulunya dapat di jadikan aneka kerjinan tangan. Peternak burung puyuh kini banyak terdapat di sumatera dan Jawa, baik jawa tengah, jawa barat maupun jawa timur.

burungpuyuh

Sebelum melakukan budidaya burung puyuh, ada beberapa syarat untuk memilih lokasi yang tepat untuk budidaya burung puyuh, yang harus diperhatikan antara lain:
1. Lokasi jauh dari suara bising/keramaian atau jauh dari pemukiman masyarakat.
2. Lokasi harus mempunyai sirkulasi udara yang baik dan mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup.
3. Lokasi bukan daerah yang rawan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir.
4. Lokasi yang bebas dari hewan pemangsa(predator) dan penyakit.
5. Pemilihan lokasi juga harus strategis mudah di jangkau oleh transportasi/kendaraan, sehingga memudahkan dalam proses distribusikan hasil budidaya.

Setelah pemilihan lokasi yang tepat untuk budidaya burung puyuh, langkah selanjutnya adalah menyiapkan sarana kandang untuk burung puyuh. Kandang ini nantinya akan sebagai tempat tinggal burung puyuh. Dalam menyiapkan kandang juga harus diperhatikan agar burung puyuh tidak mudah setress.

1. Kandang
Dalam membuat kandang perlu diperhatikan adalah temperatur di dalam kandang. Untuk temperatur yang ideal untuk sebuah kandang yaitu dengan temperatur sekitar 20-25 derajat celcius. Kadang juga diberikan sebuah penerangan pada saat siang hari dengan daya penerang lampu sekitar 25-40 Watt, sedangkan untuk malam hari daya penerang lampu sekitar 40-60 Watt, ini bertujuan ketika musim hujan/cuaca mendung sehingga suhu temperatur di dalam ruang kandang tetap stabil. Dalam pembuatan kandang harus diatur tata letaknya, agar cahaya sinar matahari dapat menyinari kandang dan kandang disesuaikan dengan kapasitasnya. Kandang juga harus dilengkapi tempat minum, tempat makan dan tempat untuk bertelur. Ada beberapa kandang yang dapat digunakan untuk budidaya burung puyuh antara lain;
A. Kandang induk pembibitan
kandang ini didesign sesuai dengan kapasitas burung puyuh yang dibudidaya. Satu ekor burung puyuh membutuhkan kandang dengan luas 200 m2. Karena kandang ini akan berpengaruh dalam produktifitas bertelur.
B. Kandang petelur (induk petelur)
Kandang ini nantinya sebagai kandang untuk induk pembibit, sehingga design kandang pun sama dengan kandang pembibit.
C. Kandang untuk anakan puyuh (berumur 1- 21 hari)
Kandang ini berfungsi sebagai kandang anak puyuh yang masih berumur 1-21 hari. Kandang ini dilengkapi alat pemanas ruangan, karena untuk menjaga kondisi suhu tubuh anak puyuh agar tetap hangat. Starter adalah sebutan untuk anak puyuh yang baru berumur 1-21 hari
D. Kandang untuk anakan puyuh (berumur 3-6 minggu dan lebih)
Kandang ini didesign sama seperti kandang untuk petelur dan alas kandang dengan menggunakan kawat ram sehingga kotoran puyuh akan jatuh langsung kebawah sehingga mencegah dari kelembaban kandang yang berlebihan yang disebabkan oleh kotoran puyuh.

2. Menyiapkan bibit
Dalam memilih bibit perlu diperhatikan selain memilih bibit yang baik dan unggul juga harus sesuai dengan tujuan pemeliharaan karena dalam budidaya burung puyuh sendiri memiliki 3 macam tujuan pemeliharan/budidaya burung puyuh diantaranya untuk di ambil telurnya (burung puyuh petelur), burung puyuh pedaging dan burung puyuh pembibit/indukan reproduksi telur tetas yang nantinya telur dari puyuh pembibit akan ditetaskan sehingga menghasilkan anakan puyuh yang berkualitas.

3. Cara pemeliharaan burung puyuh
Dalam pemeliharaan burung puyuh harus diperhatikan diantaranya;
– Pemberian Vaksin dilakukan sedini mungkin yang bertujuan untuk menjaga agar tidak timbulnya penyakit. Kebersihan kandang juga harus dijaga dengan baik.
– Melakukan pengontrolan penyakit yang bertujuan untuk mencegah adanya puyuh yang terkena penyakit, jika ada tanda-tanda kurang sehat pada puyuh, segera mungkin ditangani dengan pengobatan sesuai dengan petunjuk dari dokter hewan. Pengontrolan penyakit ini dilakukan setiap hari.
– Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari untuk puyuh anakan yang di berikan pada pagi dan siang. Pemberian pakan untuk puyuh dewasa dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari, untuk pemberian minum dilakukan setiap saat/terus-menerus. Pakan puyuh sendiri terdiri dari pelet dan voer.

Macam-macam penyakit burung puyuh yang harus di perhatikan
1. Peradangan usus ( Quail enteritis)
peradangan usus disebabkan oleh bakteri anerobik yang menyerang usus. Gejala ini dapat terlihat seperti bulu puyuh keliatan kusam, puyuh terlihat lesu(tidak bergairah), mata tertutup seperti ngantuk, kotaran berair bewarna bening. Jika ada salah satu burung puyuh yang terkena radang usus sebaiknya pisahkan burung puyuh yang terinfeksi radang usus dari burung puyuh yang sehat. Hal ini dilakukan demi mencegah penularan.

2. Tetelo (NCD atau New casstle diseae)
Gejala tetelo mempunyai ciri-ciri seperti puyuh batuk-batuk, puyuh mengeluarkan bunyi ngorok, telihat lesu(tidak bergairah), mata ngantuk, sulit bernafas, kotoran encer/cair.

3. Kotoran bewarna putih (pullorum)
Merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman/bakteri salmonella pullorum. Ciri-ciri burung puyuh terinfeksi penyakit ini yaitu nafsu makan puyuh berkurang, mengeluarkan kotoran bewarna putih, mengalami sesak nafas(sulit bernafas), bulu terlihat kusam dan sayap menggantung.

4. Kotoran disertai darah (Coccidiosis)
Ciri-ciri burung puyuh terinfeksi penyakit ini ialah kotoran cair/encer (mencret) yang disertai darah, puyuh kehilangan nafsu makan, puyuh terlihat menggigil kedinginan dengan warna bulu yang kusam. Pengobatan bisa dengan memberikan obat tetra chloine capsule yang diberikan melalui mulut dan untuk obat noxal, trisula, zuco yang berupa tablet dapat dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, maprolium, cxaldayocox. Harus menjaga kondisi kebersihan dari kandang dan lingkungan sekitar.

5. Cacingan
Disebabkan oleh sanitasi yang kurang baik (buruk). Ciri-cirinya puyuh telihat lemas, tubuh puyuh akan kurus dan tidak bergairah untuk menghindari penyakit cacingan maka dalam pemberian pakan harus dijaga kebersihannya.

6. Aspergillosis
Jika puyuh terlihat seperti mengalami gangguan pernafasan, ngantuk, nafsu makan berkurang bisa juga puyuh terinfeksi aspergillosis.

7. Cacar unggas (fowl pox)
Disebabkan oleh bakteri poxvirus. Ciri-ciri puyuh terinfeksi cacar unggas dapat dilihat timbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu seperti kaki, pial, mulut dan farink jika keropeng ini dilepas akan mengeluarkan darah.

4. Panen
Dari beternak puyuh jenis petelur maka hasil utamanya adalah telur yang banyak mengandung nutrisi berupa protein dari puyuh petelur ini dapat menghasilkan telur setiap harinya, hasil telur disesuaikan dengan jumlah puyuh yang di budidayakan. Selain menghasilkan telur, tetapi juga menghasilkan daging afkiran. Kotoran burung puyuh dapat digunakan sebagai pupuk.

Loading...