Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

By Categories : Bisnis Rumahan

Cara budidaya jamur tiram untuk pemula sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Ini karena jamur tiram dapat tumbuh serta berkembang pada media yang kita buat sendiri. Media tersebut terbuat dari serbuk kayu yang dibungkus dalam plastik bening. Pertumbuhan jamur tiram dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan disekitar kita. Untuk itu, jika Anda ingin budidaya jamur tiram harus mengenal terlebih dahulu kondisi sekitar Anda.

Jika dilihat pada kondisi alamnya, jamur tiram tumbuh di hutan dan biasanya berkembang di bawah pohon berdaun lebar ataupun tanaman berkayu. Jenis jamur ini memerlukan cahaya matahari yang cukup banyak. Budidaya jamur sangat cocok di daerah yang beriklim tropis seperti di negara kita. Untuk modal awal membuka usaha budidaya jamur tiram juga tidak terlalu besar karena Anda dapat melakukannya secara bertahap.

Bagian paling sulit dalam menjalankan usaha ini adalah membuat baglog atau media tanam karena harus dinokulaikan dengan bibit jamur. Ada dua tahap sebagai cara budidaya jamur tiram untuk pemula yang harus Anda perhatikan. Yang pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur pada media tanam tersebut. Ini bertujuan agar media tanam akan ditumbuhi miselium berwarna putih yang menyerupai kapas. Dan tahap yang kedua adalah menumbuhkan miselium menjadi badan buah.

cara budidaya jamur tiram untuk pemula

Jika Anda ingin lebih praktis maka Anda dapat memulainya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Untuk pengadaan baglog sendiri dapat Anda beli dari orang lain. Setelah budidaya jamur tiram mulai berkembang barulah Anda dapat mencoba untuk membuat baglog sendiri.

Inilah Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Menyiapkan Kumbung

Rumah jamur atau disebut dengan kumbung adalah tempat untuk merawat baglog serta menumbuhkan jamur. Umumnya kumbung berupa bangunan yang di dalamnya bersisi rak yang terbuat dari bambu atau kayu untuk meletakkan baglog. Kumbung harus memiliki kemampuan untuk menjaga agar suhu dan kelembaban dapat terkontrol dengan baik. Untuk bagian dinding, kumbung biasanya terbuat dari gedek dan atapnya terbuat dari genteng ataupun sirap. Hindari menggunakan atap seng atau asbes karena dapat menyebabkan suhu ruangan menjadi panas. Untuk lantai terbuat dari tanah agar dapat membantu penyerapan saat menyiram jamur.

baca juga : jenis usaha dan bisnis rumahan yang menguntungkan

Menyiapkan Baglog

Seperti sudah dijelaskan di atas, baglog merupakan media tanam untuk meletakan bibit jamur. Bahan yang digunakan adalah seruk kayu yang dibungkus menggunakan plastik dengan bentuk silinder dan bagian salah satu ujungnya diberi lubang. Dari lubang tersebut nantinya jamur akan tumbuh. Untuk menjalankan usaha budidaya jamur tiram dengan skala besar biasanya para petani biasanya membuat baglog sendiri. Namun untuk pemula, atau Anda yang memiliki modal terbatas disarankan untuk membeli baglog ke orang lain agar lebih praktis.

Cara Merawat Baglog

Cara budidaya jamur tiram untuk pemula selanjutnya adalah dengan memperhatikan perawatan baglog. Ada dau cara dalam menyusun baglog, yaitu menyusun dengan posisi vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas, atau secara horizontal dimana lubang baglog menghadap ke samping. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Untuk baglog yang disusun horizontal akan lebih aman dari siraman air saat penyiraman berlebihan. Sedangkan untuk baglog yang disusun vertikal tidak banyak menyita tempat.

cara budidaya jamur tiram untuk pemula1

Cara Merawat Jamur Tiram

Sebelum baglog disusun para rak, Anda buka terlebih dahulu cincin dan kertas yang menutupi lubang baglog. Diamkan selama lima hari kemudian potong ujung pada baglog dengan tujuan agar ruang pertumbuhan lebih besar. Setelah itu diamkan selama tiga hari dan jangan dulu disiram. Anda cukup melakukan penyiraman pada bagian lantai. Gunakan spray untuk penyiraman agar membentuk kabut, bukan tetas air. Penyiraman dengan cara ini tentu lebih baik untuk budidaya jamur. Lakukan proses penyiraman 2-3 kali dalam sehari yang disesuaikan dengan suhu kumbung.

Pengendalian Hama

Selain pemeliharaan pada baglog, cara budidaya jamur tiram untuk pemula juga harus melakukan pengendalian hama penyakit yang dapat menyerang jamur kapan saja. Biasanya penyakit yang menyerang jamur disebabkan karena pengaruh keadaan lingkungan ataupun bisa dari jamur itu sendiri. Cara mengendalikannya adalah dengan menyemprotkan formalin di area sekitar kumbung secara berkala.

Penen Budidaya Jamur Tiram

Baglog yang permukaannya sudah tertutup sempurna dengan miselium, maka dua minggu setelah pembukaan baglog, jamur akan mulai tumbuh dan dapat dipanen. Dalam satu baglog, Anda dapat memanen jamur tiram sebanyak 5-8 kali tergantung degan perawatannya. Baglog dengan berat sekitar 1 kg akan dapat menghasilkan jemur tiram kurang lebih 0,8 kg. Pemanenan dapat dilakukan ketika jamur sudah mekar dan berukuran besar. Lebih tepatnya dibagian ujung terlihat meruncing dan bagian tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih. Jika masa panen lewat setengah hari saja maka jamur akan berwarna merah kecoklatan.

baca juga : ide bisnis rumahan tanpa modalĀ 

Itulah beberapa cara budidaya jamur tiram untuk pemula yang perlu Anda ketahui.

Loading...