Cara Budidaya Sarang Walet Agar Sukses

By Categories : Bisnis Rumahan

Budidaya sarang walet merupakan salah sah satu bisnis rumahan yang menjanjikan. Ini karena sarang burung walet memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan sarang burung walet di pasar internasional masih kekurangan sedangkan permintaan pasar terus meningkat. Sarang burung walet memiliki harga yang cukup tinggi karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti melancarkan peredaran darah, menyembuhkan penyakit paru-paru, panas dalam, serta dapat untuk menambah stamina. Sarang burung walet terbuat dari liur burung walet itu sendiri.

Untuk menjalankan bisnis ini Anda harus mempersiapakan beberapa hal agar dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

Tips Budidaya Sarang Walet

Persyaratan Lokasi atau Lingkungan

Lokasi kandang dan lingkungan sangat mempengaruhi hasil dari budidaya ini. Untuk itu Anda disarankan memiliki lokasi yang tepat. Lokasi di wilayah dataran rendah dengan ketiggian maksimum 1.000 mdpl sangat disaranakan. Selain itu, Anda juga harus memilih lokasi yang jauh dari keramaian dan jauh dari gangguan hewan lain yang biasa memakan daging. Anda dapat memiliki lokasi seperti hutan terbuka, persawahan, pantai, danau, dan rawa-rawa.

Menyiapkan Sarana dan Peralatan

Sarana dan Peralatan yang dibutuhkan dalam budidaya sarang burung walet berupa pengecekan susu, kelembaban, dan penerangan serta bentuk dan konstruksi gedung. Dalam menjalankan bisnis ini diperlukan gedung yang dibuat mirip seperti gua alami dengan suhu 24-26 derajat celcius dan kelembaban sekitar 80-95%. Untuk mendapatkan suhu terbaik Anda harus melapisi plafon menggunakan sekam dengan tebal 20 cm. Kemudian buat saluran air atau kolam di dalam gedung. Pada lubang keluar masuk Anda beri penangkal sinar yang berbentuk corong goni atau kain berwarna hitam lainnya. Ini bertujuan agar keadaan gedung tetap terlihat gelap.

Dalam budidaya sarang walet, pada umumnya gedung yang dibuat berukuran 10×15 meter persegi. Perlu Anda ketahui jika semakin tinggi gedung maka semakin baik karena lebih disukai burung walet. Temboknya terbuat dari plester campuran semen, sedangkan tempat untuk melekatnya sarang walet terbuat dari kerangka kayu yang kuat dan tahan lama.

Pembibitan

Untuk pemilihan bibit, Anda dapat memilih burung writi sebagai indukan dan usahakan agar burung tersebut dapat bersarang di gedung baru. Caranya adalah lakukan pemancingan dengan memutar rekaman suara walet atau sriti. Waktu yang tepat adalah sekitar jm 4 hingga jam 6 sore. Penetasan telur burung walet berperan penting untuk memperbanyak populasi burung walet. Telur dapat diperoleh ketika melakukan “penen buang telur”. Panen dapat dilakukan setelah burung walet membuat sarang serta bertelur. Panen buang telur adalah pengambilan sarang walet kemudian bagian telurnya dibuang atau disisihkan.

Ketika musim bertelur biasanya sriti akan tiba kemudian Anda gantikan telur sriti dengan telur burung walet. Lakukan dengan menggunakan sendok plastik atau kertas tisu. Jika terdapat kerusakan maka burung sriti tidak mau mengeraminya. Anda dapat melakukan penggantian telur ketika siang hari saat burung sriti keluar mencari makan.

Pemeliharaan

Pemeliharaan ketika budidaya sarang walet dapat mulai dari perawatan ternak, sumber pakan, dan pemeliharaan gedung atau kandang. Untuk perawatan ternak biasanya setelah penetasan anak burung tidak dapat makan sendiri sehingga Anda dapat menyuapi menggunakan kroto tiga hari sekali. Setelah berumur 10 hari Anda dapat memindahkan anak burung tersebut ke dalam kotak khusus yang memiliki alat pemanas di setiap sudut. Setelah berumur 43 anak burung mulai bisa terbang.

Untuk sumber pakan umumnya burung walet mencari makan sendiri. Makanan dari burung walet adalah serangga kecil. Namun sebagai makanan tambahan Anda dapat menanam tanama dengan tumpang sari. Kemudain Anda juga harus memperhatikan kebersihan gedung dari kotoran burung. Anda dapat membersihkannya dengan memasukkan ke dalam karung.

Hama dan Penyakit

Hama memiliki dampak tidak baik untuk kesehatan dan sarang burung walet. Untuk itu Anda harus menjaga gedung dari serangan hama atau penyakit. Hama dapat berasal dari semut, tikus, kecoa, cicak dan tokek.

Masa Panen

Ketika panen dilakukan maka harus menggunakan teknik tertentu agar hasil budidaya sarang walet lebih maksimal dan memenuhi mutu. Panen dapat dilakukan dengan tiga cara yakni panen rampasan,panen buang telur, dan panen penetasan. Panen rampasan dilakukan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, dan keuntungannya adalah jarak waktu panen yang lebih cepat, kualitas lebih baik, dan total produksi lebih banyak. Namun kelemahannya adalah tidak ada pelestarian burung walet untuk peremajaan.

Sedangkan panen buang telur dilakukan setelah burung membuat sarang dan bertelur sebanyak dua butir. Caranya telur diambil dan disisihkan kemudian sarangnya diambil. Keuntungan teknik panen ini adalah dapat dilakukan sebayak 4 kali dalam setahun. Kelemahannya adalah tidak ada kesempatan walet untuk menetaskan telurnya.

Pada teknik panen penetasan, sarang dapat dipanen saat usia walet sudah bisa terbang. Keuntungan panen penetasan adalah burung walet dapat berkembang biak dengan baik dan aman, sedangkan kelemahannya adalah muru sarang rendah dan tercemar kotoran.

baca juga : tips bisnis telur ayam untuk pemula

itulah beberapa cara budidaya sarang walet yang perlu Anda perhatikan.

Loading...