Kiat dan Cara Sukses Berbisnis Jamur Tiram dari Nol

By Categories : Peluang Usaha

Kiat dan cara sukses berbisnis jamur tiram sangat penting untuk diketahui untuk Anda yang memiliki rencana berbisnis jamur tiram.  Ya, usaha jamur tiram ini merupakan salah satu peluang usaha yang memiliki prospek ke depan yang lebih baik lagi. Maka jangan heran jika banyak orang yang ingin berbisnis jamur. Namun ketidaktahuan dalam membudidayakannya menjadi salah satu penghalang bagi para pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Namun Anda tak perlu khawatir, karena kali ini akan menjelaskan mengenai kiat dan cara yang tepat dalam berbisnis jamur tiram dari nol.

Mudahkah bisnis dan budidaya jamur tiram? Begitulah sekiranya yang sering ditanyakan seseorang yang ingin mulai membudidayakan jamur. Menurut para pengusaha yang membudidayakan jamur tiram,  budidaya jamur tiram memiliki banyak kelebihan salah satunya yaitu relatif mudah untuk dibudidayakan. Selain itu, laba yang dihasilkan dalam sekali panen juga sangat menguntungkan.

Sebelum Anda membudidayakan jamur tiram, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk menentukan lokasi tanam jamur tiram. Yang pertama adalah dengan cara membuat bangunan kumbung dengan sistem sirkulasi buka tutup. Pastikan pula Anda menggunakan atap yang tidak menyerap panas, seperti genteng atau anyaman babmi.

Kelembaban tempat budidaya juga harus diperhatikan agar jamur bisa tumbuh subur dan sehat. Misalnya saja Anda bisa meletakkan beberapa tong air di dalam kumbung jamur untuk melembabkan ruangan. Agar sinar matahari yang masuk tidak berlebihan, pilihlah lokasi yang teduh dan dekat pepohonan.kiat-dan-cara-sukses-berbisnis-jamur-tiram

Kiat dan Cara Sukses Berbisnis Jamur Tiram dari Nol yang Tepat

Nah itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mencari lokasi yang cocok untuk budidaya jamur. Lalu bagaimana cara dan langkah teknis budidaya jamur tiram itu sendiri? Berikut ulasannya.

Baca juga cara budidaya jamur tiram untuk pemula

Siapkan Sarana dan Peralatan

Langkah awal dalam memulai budidaya jamur tiram adalah dengan menyiapkan sarana dan peralatan yang dibutuhkan seperti drum, cangkul, ember dan sekop. Sedangkan alat-alat pendukung yang harus disiapkan antara lain drum yang sudah dimodifikasi, semproten, plastic polypropylene, cincin baglog, kapas, karet gelang, sendok bibir, botol dan Thermo higrometer.

Persiapkan Media

Untuk langkah pertama dalam budidaya jamur tiram adalah dengan membuat media atau substrat. Formula media tanam untuk jamur tiram antara lain: serbuk gergajian kayu 100 kg, kapur 3, kadar air 65 %, dedak atau katul 10 kg dan gypsum 0,5 kg.

Setelah semuanya siap, Anda bisa mengaduk media tersebut dengan cara mekanis ataupun manual. Jika menggunakan cara manual pastikan pengadukan lebih lama agar diperolah pencampuran yang merata untuk bahan-bahan yang memiliki konsentrasi rendah.

Media yang tercampur dengan baik biasanya akan menggumpal pada saat dikepal. Setelah proses pencampuran selesa lalukan fermentasi atau pengomposan selama 3 hingga 5 hari. pastikan pula Anda melakukan pengadukan setiap hari agar proses pengomposan merata.

Pengantongan

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengantongan atau pembuatan baglog. Untuk memasukkan media yang telah dikompos ke dalam plastik tahan panas. Pastikan pengisian tidak terlalu longgar dan tidak terlalu padat. Untuk membantu memadatkan Anda bisa menggunakan botol yang diisi dengan pasir. Setelah terisi, berilah ring bambu dan tutup dengan kapas sebagai tempat untuk memasukkkan bibit. Setelah itu Anda bisa mengikatnya dengan karet.

Sterilisasi

Kiat dan cara berbisnis jamur tiram selanjutnya adalah dengan melakukan sterilisasi melalui proses pasteurisasi dengan cara dikukus. Umumnya para produsen melakukan pemanasan selama 8 hingga 12 jam. Dan pemanasan ini tergantung pada bahan yang digunakan dan banyaknya log yang dipasteurisasi. Setelah selesai, Anda bisa mendinginkannya selama setengah sampai satu hari.

Inokulasi Bibit

Inokulasi merupakan proses penanaman bibit ke dalam media tanam. Proses ini dilakukan secara steril, oleh karena itu pastikan ruangan bersih. selama proses ini Anda diharuskan untuk menggunakan masker, hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi yang berasal dari uap mulut. lakukan penanaman bibit dengan memasukkan bibit F2 sebanyak 2 hingga 5 sendok makan ke dalam lubang yang telah diberi ring. Jika siudah, tutup kembali lubang ring dengan koran atau kapas.

Pemeliharaan

Setelah masa inokulasi dan inkubasi pastikan Anda merawat bibit jamur dengan tepat. Pada langkah ini bukalah penutup baglog hingga seperempat bagian log. Pengaturan kelembaban pada pemeliharaan Anda bisa melakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 3 kali setiap hari.

Masa Panen

Setelah 7 hingga 10 hari penutup dibuka, tubuh buah biasanya sudah mulai tumbuh dan selang 3 – 4 hari setelah tunas tubuh buah tumbuh, jamur telah siap dipanen. Pemanenan yang dilakukan juga harus hati-hati agar tidak ada akar yang tertinggal. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat jamur masih dalam kondisi segar.

Baca juga paduan mudan cara budidaya jamur merang di rumah

Demikianlah ulasan mengenai kiat dan cara sukses berbisnis jamur tiram dari nol yang tepat.

Loading...